SEKOLAH BARUKU


            Di pagi yang kurang cerah ini, aku merasakan sesuatu yang membuat fikiranku sedang terganggu, seperti ada rasa senang tetapi bukan rasa bahagia. Setelah aku dengar bahwa hari itu aku akan masuk sekolah lagi, selama kurang lebih 3 tahun aku tidak pernah mengikuti kegiatan belajar dalam kelas, dan hari ini aku akan masuk sekolah baruku lagi. Walaupun kelasku ini tidak sama persis dengan isi kelas biasanya yang di lengkapi kursi dan meja, yang mana hanya duduk di atas lantai dan terpisah oleh papan besar dengan kelas lainnya.

            Sebelum aku berangkat ke sekolah yang pertama kalinya, ku usahakan untuk sesegera mungkin siap-siap terlebih dahulu. Setelah itu kulaksanakan kegiatan pesantren ini bersama semua teman-teman seperti biasanya, yaitu berjemaah, mengaji, di sela-sela itu aku sembari berdoa “Ya Allah kuatkanlah Imanku, Iman kedua Orang Tuaku dan Iman saudari-saudariku serta semoga semua keluargaku di berikan kesehatan, diberikan berkah umur dan jauh dari penyakit atau bala’ dan semoga dibukakan pintu hatinya serta bukakanlah pintu hati bagi ku dan saudari-saudari ku dalam menuntun ilmu, agar mendapat ilmu barokah dan bermanfaat dunia dan akhirat” Aamiin.

Tanpa menunggu lama, ku langkahkan kaki 
liehend_313
menuju ruang kelas yang masih tak seorangpun 
ada di sana. Beberapa saat kemudia teman-temanku
datang serentak bersamaan dengan datangnya 
Guru ku. Sesampai guru di ruang kelas, semua 
temanku bersalaman dan ku tempatkan dudukku 
pas di depan guruku. Tak lama kemudian,karna 
ini merupakan pertemuan pertama di kelas, 
guru menyuru untuk memilih ketua kelas beserta
wakilnya. Beberapa saat kelaspun terdiam sejenak,
entah kenapa kemudia ada yang meneriakkan 
namaku dari belakang dan teman-teman yang 
lainnya pun serentak menebut namaku. 
Apa mungkin aku yang terlalu dekat dengan 
guruku atau aku yang selalu duduk di bagian 
depan, tapi aku masih tak percaya dan kurang
 yakin jika aku menjadi ketua di kelaas baruku ini. 
Tetapi apa boleh buat, guruku pun 
menyetujuinya dan memberi kepercaan kepadaku 
dalam mengayomi dan memimpin kelas ini, 
meski agak sedikit terasa canggung karena teman 
sebayaku sendiri yang harus aku hadapi.


            Sejenak ku terdiam, dan tanpa berfikir lama ku yakinkan duriku untuk mengemban amanah ini dan akan ku buat ini sebagai sejarahku demi masa depanku. Tentu akan banyak hal kutemui dan semua itu akan kujadikan pengalaman terbaik dalam hidupku. Terimakasih teman-teman dan teriamakasih juga Guru yang telah memberiku pengalaman yang harus kufikirkan secara mandiri.

                                                                                                J TERIMAKASIH J

Komentar

Posting Komentar